Kamis, 03 Mei 2012

Tembang Macapat - Kinanthi

Kinanthi termasuk tembang macapat. Kinanthi berarti tinuntun, atau dituntun.

Secara filosofi Kinanthi menggambarkan seorang anak yang menginjak dewasa dalam mencari jatidiri. Ia memerlukan bimbingan, arahan dan tuntunan dari orang dewasa agar tidak salah, berupa nasehat dan suri teladan yang baik.

Karena itu tembang Kinanthi banyak berupa nasehat-nasehat tentang bagaimana cara meniti kehidupan yang baik agar hidupnya berarti, berguna dan dapat meraih hidup yang mulia baik secara sprirituil maupun materiil.

Sebagaimana tembang macapat yang lain, ada patron untuk tembang Kinanthi, yaitu:

1. Guru Gatra: Jumlah baris tiap bait (pada) adalah 6 baris.

2. Guru wilangan : Jumlah suku kata tiap baris:

* Baris ke 1 : 8 suku kata
* Baris ke 2 : 8 suku kata
* Baris ke 3 : 8 suku kata
* Baris ke 4 : 8 suku kata
* Baris ke 5 : 8 suku kata
* Baris ke 6 : 8 suku kata

3. Guru lagu: adalah bunyi vokal suku kata terakhir pada tiap-tiap baris.

* Baris ke 1 : u
* Baris ke 2 : i
* Baris ke 3 : a
* Baris ke 4 : i
* Baris ke 5 : a
* Baris ke 6 : i

Contoh Tembang Kinanthi (Yang di dalam kurung adalah guru wilangan dan guru lagu pada baris tersebut):

Yeku ilapating wahyu (8-u)

Yen yuwana ing salami (8-i)

Marga wimbuhing nugraha (8-a)

Saking kep Kang Maha Suci (8-i)

Cinancang pucuking rikma (8-a)

Nora ucul-ucul kaki (8-i)

Artinya:

Ya begitulah (ada banyak yang harus dilakukan yang dijelaskan pada tembang yang lain) syarat turunnya petunjuk (dari Allah)

Bila dapat teguh pendirian, atau istiqomah

Maka akan bertambah anugerah-Nya

Yaitu anugerah dari Allah Yang Maha Suci

(Maka setelah anugerah itu diterima) lalu diikat diujung rambut, maksudnya dijunjung tinggi (dilaksanakan dengan sepenuh hati)

Jangan sampai terlepas hai anakku.

(Dipetik dari Serat Wedhatama)

Darsono/Simbah
+6283870712658
+6281514115168
f: darsonosimbah
t: Darsono_Simbah

Poskan Komentar

BAGIKAN

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...